Rabu, 11 Mei 2016

Nama   : wahyu saputra
Npm     : 27412643
Kelas    : 4IC03
Dosen   : Sandhi Prajaka
Mata Kuliah : Teknologi Informasi dan Multimedia


MULTIMEDIA
A.  Media Pembelajaran
·      Pengertian
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar.  Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.

Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia.
 Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran, yang meliputi (Hamalik, 1994 : 6)

·       Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar;
·       Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;
·       Seluk-beluk proses belajar;
·       Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;
·       Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran;
·       Pemilihan dan penggunaan media pendidikan
·       Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan;
·       Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran;
·       Usaha inovasi dalam media pendidikan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.
 Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’.  Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut Media Pembelajaran.
·       Manfaat
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran.  Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa.  Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.  Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.  Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :

1.   Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
2.   Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
3.   Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
4.   Efisiensi dalam waktu dan tenaga
5.   Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 
6.   Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
7.   Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
8.   Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak manfaat-manfaat praktis yang lain.  Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1.    Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
2.    Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya
3.    Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
4.    Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata.  Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.

C. 
 Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Media Pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya.  Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya.  Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang diproduksi pabrik.  Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaranMeskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah.  Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku).  selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar, model, dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata.  Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.  
Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb 

B.   Computer Aided Instruction (CAI)
CAI adalah singkatan dari Computer Aided Instructions yang artinya adalah sistem komputer yang dapat menyampaikan pengajaran secara langsung kepada penerima informasi melalui cara berinteraksi dengan mata pelajaran yang telah diprogramkan. Komputer sebagai media untuk menyampaikan materi pembelajaran/ informasi, petunjuk dalam menyelesaikan soal-soal latihan yang ada juga sekaligus sebagai penilai. Dengan menggunakan komputer diharapkan mahasiswa lebih berminat dan menyukai  materi yang diajarkan dalam CAI tersebut. Mahasiswa diberi peluang untuk belajar secara interaktif dengan komputer dan tidak membebankan . Metode sistem pembelajaran CAI ini mahasiswa belajar mengikuti kemampuan sendiri langkah demi langkah dan boleh mengulangi materi jika tidak dipahami.
  1. Computer Aided Learning (CAL)

CAL ialah metode Pengajaran dan Pembelajaran dengan Bantuan Komputer. CAL bisa dibilang kemajuan dari metode pembelajaran via komputer dimana, pengguna (User) bisa lebih mudah & cepat dalam memahami & menerapkan informasi apa yang di pelajarinya melalui tampilan gambar yang menarik (Audio Visual) dari WEB tersebut. Dengan metode pembelajaran yang memanfaatkan komputer, siswa mampu belajar secara mandiri. Hal ini memberi suatu alternatif belajar yang baru selain belajar dari guru sekolah sebagai satu-satunya sumber informasi. Siswa juga dapat mengulang pelajaran itu secara mandiri dengan pembelajaran yang menggunakan perangkat lunak sebagai sumber informasi. Proses pendidikan yang konvensional dilakukan dengan menggunakan buku dan sistem pendidikannya hanya melibatkan guru saja sebagai pihak yang aktif. Guru mengajar siswa secara lisan atau dengan media berupa papan tulis, sedangkan para siswa berupaya menghafal sebanyak mungkin informasi yang diberikan. Ini berbeda sekali dengan adanya teknologi komputer, seperti yang digunakan sekarang ini.
  1. E – Learning

·      Pengertian

E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
1.    Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik
atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). 
2.    Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3.    Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).

·      Karakteristik E-learning

Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
1.    Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2.    Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
3.    Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4.    Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

·      Manfaat E-learning

Manfaat E-learning adalah:
1.    Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
2.    Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
3.    Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
Manfaat E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
1.    Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
2.    Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
3.    Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
4.    Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
5.    Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
6.    Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.

·      Kelebihan E-learning

Kelebihan E-learning  ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :
1.    Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video. 
2.    Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
3.    Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
4.    Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.

·      Kekurangan E-learning

Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :
1.    Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
2.    Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3.    Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 
4.    Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology).
5.    Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
6.    Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
7.    Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
8.    Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik. 
9.    Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
10.Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
11.Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
12.     Peserta didik dapat merasa terisolasi.

  1. Augmented Reality
Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, namun Augmented Reality hanya menambahkan atau melengkapi kenyataan.
Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat Augmented Reality sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata. Selain menambahkan benda maya dalam lingkungan nyata, Augmented Reality juga berpotensi menghilangkan benda-benda yang sudah ada. Menambah sebuah lapisan gambar maya dimungkinkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan lingkungan nyata dari pandangan pengguna. Misalnya, untuk menyembunyikan sebuah meja dalam lingkungan nyata, perlu digambarkan lapisan representasi tembok dan lantai kosong yang diletakkan di atas gambar meja nyata, sehingga menutupi meja nyata dari pandangan pengguna.
Augmented Reality dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, Augmented Reality juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan orang banyak, seperti pada telepon genggam.
Sumber :


http://dedemafason.blogspot.co.id/2016/05/tugas-softskill-tim-ke-3_6.html

Senin, 28 Maret 2016

SEJARAH PERKEMBANGAN CPU DARI AWAL SAMPAI SEKARANG


Nama   :Wahyu Saputra
Npm    : 27412643    
Kelas   : 4IC03
Tugas   : Teknologi Informasi dan Multimedia
Judul    : Sejarah Perkembangan CPU Dari Awal Sampai Sekarang
PC (Personal Computer) atau lebih di kenal dengan komputer memiliki generasi-generasi CPU(Central Processing Unit) yang berbeda – beda . Ada banyak perusahaan yang memproduksi cpu contohnya : AMD dan Intel . adalah perusahaan besar yang memproduksi CPU. Tapi disini saya akan menjelaskan tentang perkembagan processor Intel.
CPU merupakan bagian penting dalam sebuah komputer, yang berfungsi sebagai otak komputer. Tanpa adanya processor sebuah komputer tidak dapat berjalan. Processor yang ada saat ini sudah sangat cepat sekali. Tentu saja kecepatan ini mempunyai perkembangan atau sejarahnya. Sekarang kita akan menerangkan perkembangan processor.
Pertama, perkembangan processor di awali oleh processor intel yang saat itu merupakan satu-satunya microprocessor yang ada. Tetapi saat ini sudah banyak processor yang dapat kita temukan.
1.      Microprocessor 4004 (1971)
Pada tahun 1971 intel mengeluarkan processor pertamanya yang dipakai pada mesin penghitung buscom. Ini adalah penemuan pertama mesin cerdas. Processor ini dinamakan microprocessor 4004. Mesin penghitung ini yang pertama yang meletakan semua komponen mesin hitung dalam sebuah IC.
2.      Microprocessor 808 (1972)
Pada tahun 1972 intel mengeluarkan processor ini yang berkecepatan 2 kali lipat dari processor yang terdahulu. Microprocessor ini merupakan yang pertama kali menggunakan 8-bit.
3.      Microprocessor 8080 (1974)
Pada tahun 1974 intel mengeluarkan lagi processor terbarunya. Pada seri ini intel melakukan perubahan dari processor mp multivoltage menjadi triplevoltage. Processor ini adalah otak pertama bagi komputer yang bernama altair. Saat ini pengalamatan memori sudah sampai 64Kb. Tahun ini juga muncul processor dari produk lain seperti berikut :
a.       Mc6800 dari Motorola
b.      Z80 dari zilog
4.      Microprocessor 8086-8088 (1978)
Pada tahun1978 Intel mengeluarkan processor ini. Sebuah penjualan dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai processor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.
5.      Microprocessor 286 (1982)
Empat tahun berselang intel mengeluarkan produk terbarunya yaitu processor 286. Intel 286 atau yang lebih di kenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.
6.      Microprocessor Intel386 (1985)
Intel 386 adalah sebuah processor yang memilik 275.000 transistir yang tertanam di processor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004.
7.      Microprocessor Intel486 (1989)
Processor yang pertama kali memudahkan bebagai aplikasi yang tadinya haruus mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matemmatika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.
8.      Processor Intel Pentium (1993)
Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara,bunyi,tulisan tangan, dan foto.
9.      Processor Intel Pentium Pro (1995)
Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi serverdan workstation yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini memili 5,5 juta transistor yang tertanam.
10.  Processor Intel Pentium ll (1997)
Processor ini merupakan processor yang menggabungkan intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data,video,audio,dan grafik secara efisien. Terdapat 7,5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.
11.  Processor Intel Pentium ll Xeon (1998)
Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.
12.  Processor Intel Celeron (1999)
Merupakan Processor yang lebih di tujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system komputer dengan harga yang tidak terlalu besar.
13.  Processor Intel Pentium lll (1999)
Merupakan processor yang diberi tambahan 70 intruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pecitraan tingkat tinggi, 3D, Audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video seta pengenalan suara.
14.  Processor Intel Pentium lll Xeon (1999)
Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri xeon tetapi jenis pentium 3 yang mempunyai 70 perintah simd. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor.
15.  Processor Intel Pentium 4 (2000)
Ini merupakan produk intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.60GHz. pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formfactor pin 423.
16.  Processor Intel Pentium 4 Xeon (2001)
Processor ini merupakan processor intel yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server.
17.  Processor Intel Itanium (2001)
Processor pertama berbasis 64bit yang ditujukan bagi pemakaian pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang berdasarkan pada desain dan teknologi EPIC.
18.  Processor Intel Itanium 2 (2002)
Generasi kedua dari keluarga itanium.
19.  Processor Intel Pentium M Centrino (2003)
Chipset 855 dan intel pro/wireless 2100 adalah kompnen dari intel centrino. Dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.
20.  Processor Intel Pentium M 735/745/755 (2004)
Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb cache,400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
21.  Processor Intel E7520/E7320 (2004)
Dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz, DDR2, 400 memory, dan EPI.
22.  Processor Intel Pentium 4 Extreme Edition (2005)
Sebuah processor ditujukan untuk pengguna komputer yang ingin sesuatu yang lebih dari komputernya . menggunakan konfigurasi 3.73GHz, 1.06GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan hyperthreading.
23.  Processor Intel Pentium D 820/830/840 (2005)
Processor berbasis 64bit dan disebut dual core karena bisa menggunakan 2 buah inti dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2,8GHz,3.0GHz, dan 3.2GHz.
24.  Processor Intel Core 2Quad Q6600(2006)
Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer,memiliki lebih dari 2 buah core dengen konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache,1.06GHz FSB, dan TDP.
25.  Processor Intel Quad-Core Xeon X3210/X3220 (2006)
Merupakan tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13GHz dan 2.4GHz, 8MB L2 cache,1.06GHz FSB, dan TDP.
26.  Processor Intel i7 965/940/920 (2008)
Processor ini menjadi tak terkalahkan di versi laptop dan desktop semenjak kemunculannya. Core i7 akan hadir dengan 3 seri : core i7-965 extreme edition, i7-940 dan i7-920. Semua processor tersebut hadir dengan 4core,HTD,8MB dengan L3 cache. Merka dibuat denganteknologi manufaktur 54nm. Semua processor tersebut akan berjalan di 1066MHz. Di seri 965 akan berjalan pada kecepatan 3.2GHz. Semua seri ini akan mudah di overclock. Arsitektur intel ini di lengkapi soket LGA 1366.
27.  Processor Intel i5 (2009)
Processor ini berjalan pada clock 2.13GHz, turun dari 2.40GHz. Kinerja yang harus terlalu sedikit di bandingkan dengan simulasi intel i3. Selain turbo boost hal lain yang di korbankan adalah AES acceleration.
28.  Processor Intel i3 530 (2010)
Processor ini berjalan pada 2.93GHz dan tidak memilik fitur turbo mode. Core i3 530 akan berjalan pada 1.33GHz pada frekuensi terendah, dan tidak lebih cepat daripada 2.93GHz pada full load. Fitur turbo yang hilang merupakan pengorbanan, karena 530 masih memiliki 4MB L3 cache dibagi antara kedua core.
Sumber :
            http://26412624.blogspot.co.id/2016/03/sejarah-perkembangan-cpu-dari-awal.html